Diduga Jadi Penadah Emas Ilegal, Oknum Kepala Sekolah Berinisial Basri Disorot Warga

Kapuas Hulu, Kalbar– Seorang oknum kepala sekolah berinisial Basri diduga terlibat dalam praktik pembelian emas ilegal yang dilakukan langsung dari rumah pribadinya. Aktivitas tersebut disebut-sebut telah berlangsung cukup lama dan menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat setempat.

Berdasarkan keterangan warga kepada awak media, Basri yang diketahui tinggal di rumah berwarna biru diduga kerap membeli emas dari pihak tertentu, yang disinyalir berasal dari aktivitas tambang emas ilegal (PETI).

“Ia benar bang, dia seorang kepala sekolah di pengkadan, Rumahnya biru, sudah lama dia beli emas, tapi aman-aman saja,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga menilai, praktik ini mencoreng dunia pendidikan, mengingat status yang bersangkutan sebagai pejabat publik dan figur yang seharusnya menjadi teladan bagi siswa serta masyarakat.

Lebih jauh, masyarakat mempertanyakan mengapa aktivitas tersebut terkesan kebal hukum, meski dugaan praktik pembelian emas ilegal ini telah lama diketahui.

“Kalau masyarakat biasa mungkin sudah ditindak. Tapi ini kok seperti dibiarkan,” tambah warga lainnya dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Basri maupun instansi terkait. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera turun tangan dan mengusut tuntas dugaan tersebut secara transparan dan tanpa pandang bulu.

Kasus ini dinilai berpotensi membuka jaringan penampungan emas ilegal yang lebih luas, serta menimbulkan pertanyaan besar terkait integritas pejabat publik di sektor pendidikan.

Tim